
Oleh: Abbas Al Husaini, IMN dan World Islamic Stand
Jika anda melihat gambar foto koin di atas (sebelah kiri), tampak
sebuah koin dirham perak dari Malaysia dan koin perak lain dari IMN.
Koin dirham dari Malaysia tersebut dicetak di Dubai dan “dijual” dengan
harga koin yang cukup tinggi (RRP). Alasan penetapan harga koin tersebut
adalah koin tersebut (lebih) berkualitas. Tapi apakah yang terjadi
dengan koin dirham tersebut? Ternyata koin itu berubah warnanya menjadi
hitam kemerahan. Lalu apakah itu dirham palsu? Ataukah sengaja
ditambahkan campuran logam lain? Ini semua merupakan pertanyaan yang
perlu di jawab dengan keilmuan logam yang sahih.
Standar Umum Perak Dalam Praktek
Berbagai kebudayaan dan peradaban manusia telah mengenal logam perak
sebagai salah satu logam berharga selain logam emas, yang biasanya juga
digunakan untuk perhiasan, peralatan rumah tangga dan koin. Penjelasan
ini ingin mengajak kita mengenal lebih jauh apakah logam perak itu dan
seluk beluknya. Dirham Islam dari IMN berbahan perak murni biasanya
dicap dengan tanda .999 (Fine Silver) atau 99.95. Apakah perbedaan Fine
Silver dan Sterling? Fine Silver adalah perak murni 99,9% atau disebut
999. Perak murni bernama kimia Ag (Argentum, No.47) dan 99,9 berarti
berbahan perak 99.9%, semakin tinggi kadar perak maka makin sulit
menghitam atau berubah warna atau korosi.
Dirham Islam yang diproduksi oleh IMN berbahan perak .999 atau 99.95
yang juga menjadi standar logam fine silver pada umumnya. Mengenai
penyebutan atau cap Fine Silver (perak murni) untuk berbagai negara
didunia berbeda-beda, seperti di Amerika atau Australia umumnya menyebut
.999, keluaran Swiss (Pamp) menyebut 999.0, Canada menyebut .9999,
Goldas Silver – Turki menyebut .999+, untuk yg lokal Antam menyebut
99,95. Bedanya Apa? Tidak ada bedanya, ini hanyalah masalah tradisi dan
kebiasaan dari Refiner atau Assayer yang sudah puluhan atau ratusan
tahun berurusan dengan perak, diluar negeri memakai simbol yang
berbeda-beda tapi kadar kemurniannya tidak lebih rendah dari 99.95 dari
yang lokal ANTAM.
Bahan Sterling silver (juga dikenal sebagai standar perak) secara
tradisional umunya digunakan standar pembuatan perhiasan, yang merupakan
92,5% perak murni dan campuran (biasanya) tembaga 7,5% atau sering
disebut 925. Itulah mengapa anda terkadang melihat 925 dicap pada
perhiasan anda. Sterling perak perak 92,5% dan perak jauh lebih keras
dari fine silver.
Perak sterling seringkali sudah disepuh di-plating emas putih, agar
lebih tahan lama dan tidak mudah hitam. Ketika pengguna melihat koin
dirham menghitam akan tetapi belum mengetahui yang sesungguhnya, bisa
saja berspekulasi dengan mengatakan itu “dirham palsu”. Sekilas hal itu
bisa saja dimaklumi karena mungkin tidak mengerti. Demikian pula, karena
ketidakmengertian, ada yang mengatakan bahwa dirham tersebut sengaja
ditambahkan logam lain, tentu pernyataan tersebut sama sekali tidak bisa
dipertanggungjawabkan dan menebar isu yang membawa fitnah. Sebaiknya
kita arif bijaksana menggali dan meneliti mendalam sebelum mengeluarkan
pernyataan yang berefek panjang. Apalagi jika pernyataan tersebut
berasal dari orang yang dianggap tahu (walaupun kenyataannya kurang
pengetahuan).
Untuk perhiasan 925 yang belum di sepuh, ini biasa kontak langsung
dengan kulit maupun cairan-cairan kimia. Kalau kontak dengan kulit yang
bagus keringatnya tidak masalah. Namun banyakan orang memiliki masalah
keringat dengan logam perak, yang berujung warna perak akan berubah
menjadi hitam.
Mengapa Koin Dinar Dirham Islam Berubah Warna
Ketika ada pertanyaan muncul atau kasus mengemuka di pasar? Mengapa emas
atau perak menjadi kusam? Hal ini merupakan pertanyaan kritis bagi kita
muslim, karena masih banyak masyarakat yang belum mempunyai pengetahuan
dan praktek mengenai koin berbahan emas dan perak tersebut. Dengan
hadirnya kembali dinar dan dirham Islam ini maka ilmu dan prakteknya
juga akan kembali. Apabila orang melihat koin dinar atau dirham menjadi
kusam atau menghitam setelah sekian lama dan tidak mengerti sebabnya,
maka dapat menimbulkan pendapat atau asumsi yang tidak pada tempatnya.
Oleh karena itu kami ingin membagi pengalaman ini agar ini terus
berkembang menjadi lebih baik bagi kita semua.
IMN dalam proses pencetakan juga mengikuti standar proses kerja
industri logam mulia untuk pengolahan perak dan emas, dimana hal ini
berkaitan erat dengan pengalaman dan kompetensi teknis kerja. Maka
masyarakat perlu untuk bersama mempelajari bahwa bahan perak dan emas
terkait dinar dan dirham Islam bisa bereaksi terhadap suatu kondisi
lingkungan, apalagi saat ini sudah mulai digunakan dalam transaksi atau
kegiatan muamalah dan pelbagai kegiatan manusia lainnya.
Emas maupun perak dapat menjadi kusam bisa disebabkan oleh berbagai
macam hal, salah satunya adalah kegaraman dan keasaman pada keringat
sehingga perak terutama cepat sekali menjadi kusam dan bahkan hitam.
Sedangkan emas lebih sulit menjadi kusam tetapi bukan berarti akan
selamanya cemerlang.
Kusam atau penghitaman juga bisa terjadi terhadap logam emas dan
perak, meskipun tidak dipakai , tetapi disimpan dalam waktu lama di
lemari kayu, yang mana vernis dan finishing kayunya kurang sempurna.
Jenis kayu dengan finishing dan vernis bisa mempengaruhi perak atau emas
cepat kusam atau hitam, karena perak mengalami oksidasi melalui
bahan-bahan finishing kayu tersebut.
Kusam juga bisa saja disebabkan karena terpapar air laut (dikantongi
ketika mandi di pantai misalnya), atau terpapar air yang mengandung
garam atau belerang. Perak dan emas seringkali teroksidasi oleh faktor
garam dan belerang.
Penyimpanan di dalam tas berbahan dasar kulit bisa juga menjadi sebab
dari kusam dan hitam. Pekerjaan kulit asli biasanya menggunakan
bahan-bahan yang berhubungan dengan belerang atau amoniac. Atau mungkin
juga perak anda menggunakan kalung kulit.. Tidak semua jenis kulit
menyebabkan hitam apabila pengerjaan (penyamakan) kulitnya itu
dikerjakan dengan seksama dan menghindari zat-zat yang mendorong
percepatan oksidasi. Jadi bahan kulit bisa dicurigai sebagai salah satu
penyebab bahan emas atau perak jadi hitam. Perak juga bereaksi dengan
karet yang diikat kepadanya, sehingga timbul garis hitam.
Sedangkan jika perak sterling yang dicampur tembaga yang teralu
banyak diluar standar pencampuran logam, maka perak tersebut akan
menghitam dan kemerahan walaupun dimasukan ke dalam plastik pelindung.
Akan tetapi, janganlah kita cemas, karena koin perak Fine Silver
apabila kedapatan menghitam dapat dengan mudah dibersihkan. Untuk
mengetahui kadar perak tersebut itu fine silver atau bukan, tandanya
adalah ketika dibakar kembali akan kembali menjadi putih (abu-abu),
sedang sterling atau perak yang terlalu banyak dicampur logam lain
ketika dibakar dia tidak akan kembali putih.
Standar Islamic Mint Nusantara dan World Islamic Standar
Untuk standar bahan Dinar 22K dari Islamic Mint Nusantara dan World
Islamic Standard sejak tahun 2000 menggunakan bahan emas murni dicampur
kandungan perak murni, di mana standar campuran perak IMN ini dipakai
menjadi standar koin dinar 22K di Indonesia. Sedangkan standar koin
Dinar 22K di luar indonesia, ada yang menggunakan campuran 50% tembaga
dan 50% perak.
Untuk standar bahan Dirham IMN adalah menggunakan bahan Fine Silver
999. Mengenai perbedaan visual koin ada yang mengkilat ataupun ada yang
tidak mengkilat bukan menjadi jaminan bahwa kualitas koin tersebut pasti
999 atau 99,95. Tetapi itu lebih kepada teknik pencetakan, pembedaan
ataupun karakter yang ingin ditonjolkan. Kita bisa memperhatikan koin
perak dari American Eagle (USA) maupun Panda (China) pecahan 1 troy
ounce (31.1 gram) pada foto. Jadi walaupun koin yang pada awalnya
mengkilat, setelah digunakan dalam sirkulasi tanpa pelindung bisa
menjadi kusam ataupun menghitam dan penyebabnya seperti yang sudah
dijelaskan di atas. Tentunya disertai solusi bagaimana menghilangkan
warna hitam yang timbul pada koin perak (999 atau 99.95) tersebut.
Untuk standar ongkos cetak (premium over spot price) dalam
perhitungan fine gold (9999) content in gram, dapat di lihat
perbandingan produksi koin dinar (22K) IMN dengan koin lain di dunia per
tanggal 29 Agutus 2010 adalah:
1. Philharmonic 4.47% (USA)
2. Maple Leaf (Canada) 6.97%,
3. Krugerand (SA) 6.97%,
4. IMN (Ind) 7.39 %,
5. American Eagle (USA) 7.97%,
6. LM-ANTAM (Ind) 10.07%
7. WIN-outsource (Ind) 9.47%
8. WIM-outsource (Malaysia) 25.83 %,
*sumber data riset internal IMN dan World Islamic Standard
Dari pengalaman tersebut di atas, kasus menghitam dan berubah warna
koin Dirham di salah satu negara bagian Malaysia yang harga koinnya
tinggi dengan alasan kualitasnya lebih bagus,
ternyata harga
koin yang mahal tidaklah menjamin koin tersebut lepas dari kehitaman,
karena dimanapun proses pengolahan dan pencetakan koin Dinar Dirham
Islam adalah kurang lebih sama, dan bahan perak dan emas mempunyai
kondisi alamiah yang bisa terjadi terhadap koin tersebut.
Namun demikian, sebaliknya
terdapat pelajaran yang kita bisa petik bahwa apabila harga koin dinar
atau dirham Islam tersebut tinggi di atas rata-rata harga koin lain, hal
tersebut sebenarnya menunjukan ketidak efisienan dari produksi, dan
tidak berkaitan dengan kemurnian koin semata. Jadi penetapan harga koin
pada Rupiah, Dollar, Ringgit tidak perlu dikaitkan dengan bumbu-bumbu
otoritas dan lainnya. Sehingga masyarakat sekarang bisa tahu semakin
efisiensi ongkos cetak koin tersebut dan memilih yang terbaik untuk
umat.
Emas dan Perak dapat berubah warna menjadi terlalu
merah atau hitam, selain faktor-faktor alamiah seperti disebutkan di
atas, terkait pula dengan proses pemurnian atau bahan campuran
terhadapnya. Perubahan warna permukaan bisa dikarenakan bahan campuran
(seperti tembaga atau nikel) yang sudah muncul keluar permukaan logam.
Sesuai sunnatullah, bahwa yang ringan selalu di atas. Apabila tahapnya
sudah sampai melebihi batas akan terjadi perubahan warna atau korosi,
seperti karatan atau warnanya jadi hitam kehijauan dan sedikit berkerak,
penanganan yang harus dilakukan memang lebih intensif lagi.
Berdasarkan pengalaman IMN yang telah menyetak koin dinar dirham
sejak tahun 2000, terdapat beberapa kasus koin dirham yang menghitam
ataupun berubah warna. Kasus tersebut bukan disebabkan campuran logam
tambahan tetapi faktor-faktor alamiah lainnya. IMN juga memiliki
saran-saran jalan keluarnya. Bagaimanakah itu?
Untuk membersihkan. Pertama biasanya harus digosok
cukup lama dengan cairan kimia atau direndam lebih lama sambil disikat.
Biasanya yang sering terjadi adalah, masyarakat membawa logam tersebut
(termasuk Dinar/Dirham) ke toko perhiasan, karena mereka punya cairan yg
lebih kuat dan peralatan yang lebih memadai, selain itu juga menghemat
tenaga dan waktu kita karena proses pembersihannya relatif cukup sulit.
Untuk membersihkan koin dirham IMN . Koin dirham IMN
adalah berbahan Fine Silver (999 atau 99.95) tidak tertutup kemungkinan
bisa terjadi kusam atau warna berubah hitam disebabkan hal yang sudah
dijelaskan di atas. Lalu bagaimana cara menghilangkan warna hitam
tersebut? Caranya cukup praktis dan bisa kita lakukan sendiri secara
langsung yaitu dengan menggunakan sikat gigi bekas dan pasta gigi lalu
sikatlah di bagian yang berwarna hitam, maka setelah beberapa saat warna
hitam dan lainnya akan menghilang. Ini berlaku untuk semua koin Fine
Silver 999 atau 99.95. Apabila setelah digosok dengan sikat gigi dan
pasta gigi tidak ada perubahan, berarti ada kemungkinan koin itu
bermasalah dalam proses produksinya, dikarenakan kelalaian ataupun
defect yang dapat saja terjadi ketika sekian banyak koin dicetak dalam
produksi.
Untuk penyimpanan. Sejauh ini penyimpanan yang
paling efektif adalah dengan dimasukkan ke dalam kompartemen plastik
yang terpisah satu dengan lainnya. Bisa juga dimasukkan ke dalam kantong
plastik yang kedap udara secara terpisah. Mengapa harus terpisah?
Karena silver termasuk logam yang mudah terbaret, jadi apabila tidak
dipisah dikhawatirkan terbaret satu sama lain. Selain itu juga menjaga
agar satu sama lain tidak saling bereaksi karena campuran metal (0.01)
di dalamnya berbeda-beda. Bisa juga dimasukkan ke dalam kantong bludru
setelah sebelumnya dibungkus dengan kertas tipis. Pada intinya, menjaga
agar perak terlindungi dari reaksi udara, air dan lain lain yang bisa
menyebabkan perubahan warna dan korosi.
Demikianlah penjelasan dari kami mengenai berbagai praktek dan
pengetahuan di sekitar emas dan perak yang terkait dengan koin Dinar
Dirham Islam, semoga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Masyaallah
la quwatta illa billah.
sumber
Read more...